<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>-The Mangrove-</title>
	<atom:link href="http://thegreenbelt.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thegreenbelt.wordpress.com</link>
	<description>Goes to Green World</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Mar 2009 07:48:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='thegreenbelt.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>-The Mangrove-</title>
		<link>http://thegreenbelt.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://thegreenbelt.wordpress.com/osd.xml" title="-The Mangrove-" />
	<atom:link rel='hub' href='http://thegreenbelt.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Satukan Langkah Untuk Mengembalikkan Hutan Bakau Kita</title>
		<link>http://thegreenbelt.wordpress.com/2009/03/05/satukan-langkah-untuk-mengembalikkan-hutan-bakau-kita/</link>
		<comments>http://thegreenbelt.wordpress.com/2009/03/05/satukan-langkah-untuk-mengembalikkan-hutan-bakau-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 07:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegreenbelt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[maafaat human bakau]]></category>
		<category><![CDATA[memperbaiki hutan bakau]]></category>
		<category><![CDATA[mengembalikan hutan bakau]]></category>
		<category><![CDATA[udang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thegreenbelt.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[  Satukan Langkah untuk Mengembalikkan Hutan Bakau Kita Jika dianalogikan bumi ini sebagai tubuh manusia, maka Negara – Negara yang memiliki hutan yang yang sangat luas termasuk Indonesia merupakan jantung dari bumi itu sendiri, dimana kehidupan berawal dari sana. Dengan memiliki hutan yang luas, merupakan suatu keuntungan bagi bangsa Indonesia dengan tersedianya kekayaan sumber daya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=36&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>Satukan Langkah untuk Mengembalikkan Hutan Bakau Kita Jika dianalogikan bumi ini sebagai tubuh manusia, maka Negara – Negara yang memiliki hutan yang yang sangat luas termasuk Indonesia merupakan jantung dari bumi itu sendiri, dimana kehidupan berawal dari sana. Dengan memiliki hutan yang luas, merupakan suatu keuntungan bagi bangsa Indonesia dengan tersedianya kekayaan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan namun daripada itu Indonesia memiliki tanggung jawab yang besar dalam keberlangsungan lingkungan hidup tidak hanya untuk wilayahnya sendiri, akan tetapi juga untuk keberlangsungan hidup masyarakat dunia.</p>
<p>Akhir – akhir ini, Indonesia dituding sebagai biang kerok pemanasan global akibat rusaknya hutan di wilayah Republik Indonesia. Namun, kesalahan sepenuhnya tidak hanya ada ditangan kita, Negara – Negara lain yang tidak memiliki hutan seluas kita bukan berarti dapat cuci tangan dari masalah kerusakan lingkungan hidup, apalah artinya apabila Negara – Negara yang memiliki hutan yang luas telah menjaga kelestarian hutannya namun diwilayah lainnya tidak ada upaya untuk mengurangi polusi atau emisi gas berbahaya. Namun, kita sebagai warga dari Republik Indonesia tidak perlu merasa terbebani dengan tanggung jawab yang diberikan dunia kepada kita, justru kita harus menyatukan langkah untuk memberikan teladan yang baik dalam menyelamatkan bumi kita ini dari segala kerusakan yang telah terjadi. Dalam rangka menyelamatkan bumi kita, Indonesia memerlukan partisipasi serta kesadaran dari seluruh warga masyarakat, untuk melestarikan hutan di wilayah Indonesia yang merupakan jantung dunia. Upaya pelestarian hutan tersebut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja atau aktivis lingkungan hidup saja namun seluruh elemen masyarakat dimanapun mereka berada memiliki tanggung jawab tersebut. Langkah pertama yang perlu diperhatikan oleh bangsa ini adalah mengenal dirinya sendiri. Bangsa kita ini memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah. Namun pada kenyataanya, kita justru mengikuti jejak negara – negara industrialis dimana terlalu membiarkan pembangunan industri terjadi dimana – mana, yang justru merusak lingkungan alam kita. Pengrusakan alam yang terjadi akibat pembangunan industri tidak hanya berdampak pada lahan – lahan yang dialih fungsikan menjadi tempat – tempat pembangunan saja. Akan tetapi, limbah – limbah yang dihasilkan oleh industri – industri tersebut mencemari sungai – sungai kita hingga laut kita. Padahal Indonesia memiliki wilayah perairan yang lebih luas dibandingkan dengan wilayah daratan. Jika kita mau serius menapaki hal tersebut ada banyak hal yang dapat kita manfaatkan dari keadaan tersebut jika kita bisa memelihara serta melestarikan laut kita dengan baik. Namun yang terjadi saat ini adalah pengrusakan terumbu karang dimana – dimana, pengambilan ikan dengan menggunakan bahan – bahan berbahaya bahkan terjadinya pemburuan hewan – hewan laut langka yang seharusnya dilindungi.</p>
<p>Keadaan seperti ini terjadi karena setiap individu memiliki kebutuhan yang sangat mendesak seperti pemenuhan kebutuhan baik primer maupun sekunder namun sumber daya alam yang tersedia untuk dimanfaatkan sifatnya terbatas bahkan semakin berkurang. Oleh karena itu, langkah selanjutnya yang harus kita ambil adalah memperbaiki wilayah perairan Indonesia untuk kembali produktif agar bisa memberikan manfaat yang berlimpah pada bangsa Indonesia. Untuk mengembalikan produktivitas perairan Indonesia, kita semua bisa melangkah dengan mulai membuat hutan bakau dipesisir pantai, rawa, maupun daerah aliran sungai di seluruh kawasan Indonesia yang sangat luas. Penanaman kembali hutan bakau di seluruh wilayah perairan Indonesia, tidak hanya dapat mencegah erosi akan tetapi juga penanaman hutan bakau dapat menghasilkan sumber daya alam yang bersifat ekonomis. Dengan adanya hutan bakau, ekosistem perairan dapat berkembang biak dengan baik yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat seperti ikan serta hewan – hewan perairan lainnya yang bersifat ekonomis seperti kepiting, lobster, karaka, dan lain sebagainya. Selain itu, penanaman hutan bakau dapat mencegah kerusakan terumbu karang yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesi karena erosi yang terjadi di daratan mengakibatkan terbawanya lumpur ke laut karena rendahnya kemampuan tanah untuk menyerap air, dimana hal tersebut merupakan unsur yang mengancam kelestarian terumbu karang. Padahal manfaat terumbu karang telah dikenal memberikan output materi energi ke ekosistem lain yang mampu menjaga kelestarian ekosistem laut dengan baik.</p>
<p>Penanaman hutan bakau di pinggir sungai akan mengurangi erosi sehingga dapat pula mengurangi atau bahkan mencegah bencana alam yang akhir – akhir ini sering terjadi seperti kebanjiran dan tanah longsor. Untuk mengambil bagian di dalam mengembalikkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya tanpa merasa dipaksa. Komoditi – komoditi yang dihasilkan dari laut, sungai, rawa tidak akan pernah habis jika kita mampu menjaga habitat mereka dengan sebaik – baiknya. Justru mereka akan berkembang biak dengan baik dan berjumlah banyak. Peningkatan taraf hidup tidak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat yang melaksanakan program tersebut, akan tetapi komoditi yang dihasilkan, dapat juga dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Selain itu, jika kita sebagai bangsa Indonesia dapat menjaga kualitas dari komoditi tersebut maka kita dapat menjual komoditi tersebut seperti udang, ikan, kepiting, lobster, rumput laut, dan lain sebagainya ke dunia internasional. Sehingga kita dapat meningkatkan pendapatan negara melalui ekspor ke negara lain. Dengan pelestarian hutan bakau ini, maka program ini dapat membantu negara kita di dalam bidang ekonomi. Penanaman hutan bakau akan berdampak baik pula pada lingkungan sekitar kita seperti sirkulasi udara yang lebih baik sehingga menghasilkan udara yang lebih sehat dan lebih bersih untuk dihirup. Selain itu, keadaan lingkungan seperti laut dan sungai akan lebih bersih, serta ekosistem yang hidup didasarnya dapat terjaga seperti terumbu karang yang hidup di dasar laut. Selain dapat menghasilkan energi bagi ekosistem lainnya, keberadaan terumbu karang yang ada di seluruh kepulauan Indonesia dapat dipromosikan di dunia internasional dalam bidang pariwisata beserta pantai – pantainya yang indah juga terjaga kelestariannya. Sungai – sungai di Indonesia pun cukup banyak jumlahnya, dengan keadaannya yang terjaga dapat memberikan suasana yang eksotik bagi para turis karena di kanan – kirinya masih dipenuhi oleh hutan – hutan yang rimbun. Dengan menyatukan langkah kita untuk menanam kembali hutan bakau di seluruh wilayah Indonesia, kita tidak hanya akan melaksanakan tanggung jawab kita pada dunia. Akan tetapi, kita juga dapat meningkatkan taraf hidup kita dari bidang ekonomi serta pariwisata juga bidang – bidang lainnya. Kita juga dapat menunjukan pada dunia bahwa tanpa mengikuti jejak negara – negara industrialis yang hanya mampu mencemari lingkungan hidup, kita mampu memperoleh kesejahteraan. Justru dengan keunikkan yang negara kita miliki dimana wilayah perairan kita lebih luas dibandingkan wilayah daratan namun kita bisa tetap meningkatkan perekonomian negara kita sekaligus menjaga kelestarian alam yang dapat dijadikan contoh oleh negara – negara lainnya.</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thegreenbelt.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thegreenbelt.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thegreenbelt.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thegreenbelt.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thegreenbelt.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thegreenbelt.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thegreenbelt.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thegreenbelt.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thegreenbelt.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thegreenbelt.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thegreenbelt.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thegreenbelt.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thegreenbelt.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thegreenbelt.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=36&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thegreenbelt.wordpress.com/2009/03/05/satukan-langkah-untuk-mengembalikkan-hutan-bakau-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2012e0dac784823a5f9c01e61727af?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">thegreenbelt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menhut: 70 Persen Hutan Bakau Indonesia Rusak</title>
		<link>http://thegreenbelt.wordpress.com/2009/03/05/menhut-70-persen-hutan-bakau-indonesia-rusak/</link>
		<comments>http://thegreenbelt.wordpress.com/2009/03/05/menhut-70-persen-hutan-bakau-indonesia-rusak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 07:36:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegreenbelt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[dampak hutan bakau di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[hutan bakau indonesia rusak]]></category>
		<category><![CDATA[menhut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thegreenbelt.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[  Banda Aceh (ANTARA News, April 2008) &#8211; Lebih kurang 70 persen dari 9,4 juta hektare luas potensial mangrove (hutan bakau) di seluruh Indonesia rusak akibat masih banyaknya masyarakat yang belum paham tentang pentingnya ekosistem. &#8220;Kita juga mengalami keterbatasan sumberdaya, baik manusia maupun dana sehingga rehabilitasi hutan mangrove belum sepenuhnya memulihkan dan mempertahankan kondisi serta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=32&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p><!-- google_ad_section_start -->Banda Aceh (ANTARA News, April 2008) &#8211; Lebih kurang 70 persen dari 9,4 juta hektare luas potensial mangrove (hutan bakau) di seluruh Indonesia rusak akibat masih banyaknya masyarakat yang belum paham tentang pentingnya ekosistem.</p>
<p>&#8220;Kita juga mengalami keterbatasan sumberdaya, baik manusia maupun dana sehingga rehabilitasi hutan mangrove belum sepenuhnya memulihkan dan mempertahankan kondisi serta mengimbangi laju kerusakan yang terjadi,&#8221; kata Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban pada peresmian gedung Pusat Informasi Mangrove di Banda Aceh, Selasa.</p>
<p>Peresmian tersebut dihadiri Duta Besar Korea untuk Indonesia Sun Jin Lee, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Supiadin, Kapolda Aceh Irjen Pol Rismawan, Kepala kejaksaan Tinggi Aceh Abdul Jalil Mansur dan sejumlah kepala dinas di jajaran Pemerintah Aceh.</p>
<p>Ia menyatakan, menurut penelitian para ahli, hutan bakau memiliki fungsi penting menjaga daratan dari keganasan ombak. Hutan bakau selebar 200 meter dengan kerapatan yang memadai dapat meredam kekuatan gelombang pasang termasuk gelombang tsunami setinggi 30 meter hingga 50 persen.</p>
<p>Mangrove juga dapat menyediakan hasil hutan berupa kayu dan menjadi habitat makhluk hidup lainnya dan berpotensi menjadi kawasan wisata alam.</p>
<p>Namun pemikiran beberapa lainnya menyatakan bahwa akan lebih menguntungkan jika hutan bakau dikonversi menjadi tambak, tetapi hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengenmabgan (Litbang) Kehutanan Departemen Kehutanan menyebutkan pengurangan satu hektar hutan bakau menjadi tambak akan menghasilkan 247 Kg ikan/ tahun, tetapi akan menyebabkan pengurangan produksi ikan tangkapan sebanyak 840 Kg ikan/tahun.</p>
<p>&#8220;Gambaran tersebut menjelaskan proporsi ekonomis tertinggi dari mangrove apabila tetap dipertahankan sebagai kawasan lindung karena akan menurunkan produktivitas tangkapan secara keseluruhan,&#8221; katanya.</p>
<p>Karena itu, pengembangan budidaya tambak harus dilakukan dengan hati-hati sehingga fungsi konservasi yang berjangka panjang dengan fungsi produktif ekonomis dalam jangka pendek dapat dipadukan, sehingga fungsi mangrove dapat tetap dipertahankan.</p>
<p>Dikemukakannya bahwa salah satu terjadinya degradasi hutan mangrove di Indonesia disebabkan masih banyaknya masyarakat yang belum memahami pentingnya ekosistem hutan mangrove baik untuk menjaga lingkungan maupun manfaatnya bagi kehidupan.(*)</p>
<p><!-- google_ad_section_end --> </p>
<p class="cprt"> </p>
<p><!-- AddThis Bookmark Button BEGIN --><span style="text-decoration:underline;"></span></p>
<p><!-- AddThis Bookmark Button END -->  </p>
<div class="leftline"> </div>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"></span></strong></p>
<p> </p>
<div class="leftline"> </div>
<p> </p>
<div id="adscol_r">
<div id="box_pr">
<div id="box_prs">
<h4>
<p> </h4>
</div>
</div>
</div>
<p><!-- Start Quantcast tag --></p>
<p><!-- End Quantcast tag --></p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thegreenbelt.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thegreenbelt.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thegreenbelt.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thegreenbelt.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thegreenbelt.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thegreenbelt.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thegreenbelt.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thegreenbelt.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thegreenbelt.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thegreenbelt.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thegreenbelt.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thegreenbelt.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thegreenbelt.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thegreenbelt.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=32&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thegreenbelt.wordpress.com/2009/03/05/menhut-70-persen-hutan-bakau-indonesia-rusak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2012e0dac784823a5f9c01e61727af?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">thegreenbelt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat hutan bakau bagi kehidupan</title>
		<link>http://thegreenbelt.wordpress.com/2009/03/05/manfaat-hutan-bakau-bagi-kehidupan/</link>
		<comments>http://thegreenbelt.wordpress.com/2009/03/05/manfaat-hutan-bakau-bagi-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 07:24:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegreenbelt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[hutan bakau bagi kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat hutan bakau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thegreenbelt.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[MANFAAT HUTAN BAKAU BAGI KEHIDUPAN       Luas Hutan bakau Indonesia Indonesia merupakan tempat komunitas bakau terbaik dan terluas didunia lebih kurang 3,7 juta ha atau 21,8 dari luas bakau di dunia (17 juta ha). Luas hutan bakau Indonesia : Papua (35%) Kalimantan Timur (20,6%) Sumatra Selatan (9,6%) Propinsi lainnya kurang dari (6%) Termasuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=25&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td height="19" valign="top"><span style="font-size:large;color:#333300;font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"><span style="font-size:small;color:#ff6600;">MANFAAT HUTAN BAKAU BAGI KEHIDUPAN</span></span></td>
<td width="10" height="19" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td height="30" align="right" valign="top"> </td>
<td width="10" height="30" align="right" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td class="bodytext" valign="top">
<p class="title">Luas Hutan bakau Indonesia</p>
<p class="title">Indonesia merupakan tempat komunitas bakau terbaik dan terluas didunia lebih kurang 3,7 juta ha atau 21,8 dari luas bakau di dunia (17 juta ha).<br />
Luas hutan bakau Indonesia :</p>
<ul>
<li>Papua (35%)</li>
<li>Kalimantan Timur (20,6%)</li>
<li>Sumatra Selatan (9,6%)</li>
<li>Propinsi lainnya kurang dari (6%)</li>
<li>Termasuk DKI Jakarta sangat kecil namun memeliki nilai strategis</li>
</ul>
<p>Manfaat Sosial Ekonomi Hutan Bakau</p>
<ul>
<li>Wisata Alam</li>
<li>Pengahasil Kayu Bakar</li>
<li>Penghasil Kayu Arang</li>
<li>Penghasil Bahan Baku kertas</li>
<li>Penghasil Tannin</li>
<li>Penghasil kayu Bangunan/Tiang Pancang</li>
<li>Sumber Mata pencarian masyarakat</li>
<li>Sumber Pangan</li>
<li>Sumber bahan obat-obatan</li>
</ul>
<p>Manfaat Fisik</p>
<ul>
<li>
<div class="title">Penahan Abrasi</div>
</li>
<li>Menahan Instrusi Air Laut</li>
<li>Menurunkan kondisi Gas CO2 di atsmosfir</li>
<li>Penahan Angin</li>
</ul>
<p>Manfaat Biologi</p>
<ul>
<li>
<div class="title">Tempat hidup biota laut</div>
</li>
<li>Sumber produktifitas perairan</li>
<li>Habitat Satwa Liar</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thegreenbelt.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thegreenbelt.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thegreenbelt.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thegreenbelt.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thegreenbelt.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thegreenbelt.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thegreenbelt.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thegreenbelt.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thegreenbelt.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thegreenbelt.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thegreenbelt.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thegreenbelt.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thegreenbelt.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thegreenbelt.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=25&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thegreenbelt.wordpress.com/2009/03/05/manfaat-hutan-bakau-bagi-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2012e0dac784823a5f9c01e61727af?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">thegreenbelt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hutan Bakau</title>
		<link>http://thegreenbelt.wordpress.com/2009/03/05/hutan-bakau/</link>
		<comments>http://thegreenbelt.wordpress.com/2009/03/05/hutan-bakau/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 07:18:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegreenbelt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[greenbelt]]></category>
		<category><![CDATA[hutan bakau]]></category>
		<category><![CDATA[hutan mangrove]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thegreenbelt.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=20&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hutan bakau</strong> atau disebut juga <strong>hutan mangrove</strong> adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.</p>
<p>Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran tadi &#8211;yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.</p>
<p><span class="mw-headline"><strong>Luas dan Penyebaran</strong></span></p>
<p>Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika.</p>
<p>Luas hutan bakau Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha) (Spalding dkk, 1997 <em>dalam</em> Noor dkk, 1999).</p>
<p>Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan.</p>
<p>Di bagian timur Indonesia, di tepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.</p>
<p><span class="mw-headline">Lingkungan fisik dan zonasi</span></p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:242px;"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f0/Mangroves.jpg/240px-Mangroves.jpg" border="0" alt="" width="240" height="154" /></div>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><img src="http://thegreenbelt.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></div>
<p>Pandangan di atas dan di bawah air, dekat perakaran pohon bakau, <em>Rhizophora</em> sp.</div>
</div>
<p>Jenis-jenis tumbuhan hutan bakau ini bereaksi berbeda terhadap variasi-variasi lingkungan fisik di atas, sehingga memunculkan zona-zona vegetasi tertentu. Beberapa faktor lingkungan fisik tersebut adalah:</p>
<p>1. <strong>Jenis tanah</strong>.</p>
<dl>
<dd>Sebagai wilayah pengendapan, substrat di pesisir bisa sangat berbeda. Yang paling umum adalah hutan bakau tumbuh di atas lumpur tanah liat bercampur dengan bahan organik. Akan tetapi di beberapa tempat, bahan organik ini sedemikian banyak proporsinya; bahkan ada pula hutan bakau yang tumbuh di atas tanah bergambut. </dd>
<dd>Substrat yang lain adalah lumpur dengan kandungan pasir yang tinggi, atau bahkan dominan pecahan karang, di pantai-pantai yang berdekatan dengan terumbu karang. </dd>
</dl>
<p>2. <strong>Terpaan ombak</strong></p>
<dl>
<dd>Bagian luar atau bagian depan hutan bakau yang berhadapan dengan laut terbuka sering harus mengalami terpaan ombak yang keras dan aliran air yang kuat. Tidak seperti bagian dalamnya yang lebih tenang. </dd>
<dd>Yang agak serupa adalah bagian-bagian hutan yang berhadapan langsung dengan aliran air sungai, yakni yang terletak di tepi sungai. Perbedaannya, salinitas di bagian ini tidak begitu tinggi, terutama di bagian-bagian yang agak jauh dari muara. Hutan bakau juga merupakan salah satu perisai alam yang menahan laju ombak besar. </dd>
</dl>
<p>3. <strong>Penggenangan oleh air pasang</strong></p>
<dl>
<dd>Bagian luar juga mengalami genangan air pasang yang paling lama dibandingkan bagian yang lainnya; bahkan terkadang terus menerus terendam. Pada pihak lain, bagian-bagian di pedalaman hutan mungkin hanya terendam air laut manakala terjadi pasang tertinggi sekali dua kali dalam sebulan. </dd>
</dl>
<p>Menghadapi variasi-variasi kondisi lingkungan seperti ini, secara alami terbentuk zonasi vegetasi mangrove; yang biasanya berlapis-lapis mulai dari bagian terluar yang terpapar gelombang laut, hingga ke pedalaman yang relatif kering.</p>
<p>Jenis-jenis bakau (<em>Rhizophora</em> spp.) biasanya tumbuh di bagian terluar yang kerap digempur ombak. Bakau <em>Rhizophora apiculata</em> dan <em>R. mucronata</em> tumbuh di atas tanah lumpur. Sedangkan bakau <em>R. stylosa</em> dan perepat (<em>Sonneratia alba</em>) tumbuh di atas pasir berlumpur. Pada bagian laut yang lebih tenang hidup api-api hitam (<em>Avicennia alba</em>) di zona terluar atau zona pionir ini.</p>
<p>Di bagian lebih ke dalam, yang masih tergenang pasang tinggi, biasa ditemui campuran bakau <em>R. mucronata</em> dengan jenis-jenis kendeka (<em>Bruguiera</em> spp.), kaboa (<em>Aegiceras corniculata</em>) dan lain-lain. Sedangkan di dekat tepi sungai, yang lebih tawar airnya, biasa ditemui nipah (<em>Nypa fruticans</em>), pidada (<em>Sonneratia caseolaris</em>) dan bintaro (<em>Cerbera</em> spp.).</p>
<p>Pada bagian yang lebih kering di pedalaman hutan didapatkan nirih (<em>Xylocarpus</em> spp.), teruntum (<em>Lumnitzera racemosa</em>), dungun (<em>Heritiera littoralis</em>) dan kayu buta-buta (<em>Excoecaria agallocha</em>).</p>
<p> </p>
<h2><span class="editsection">[sunting]</span> <span class="mw-headline">Bentuk-bentuk adaptasi</span></h2>
<p>Menghadapi lingkungan yang ekstrim di hutan bakau, tetumbuhan beradaptasi dengan berbagai cara. Secara fisik, kebanyakan vegetasi mangrove menumbuhkan organ khas untuk bertahan hidup. Seperti aneka bentuk akar dan kelenjar garam di daun. Namun ada pula bentuk-bentuk adaptasi fisiologis.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:282px;"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/ba/Muthupet.jpg/280px-Muthupet.jpg" border="0" alt="" width="280" height="210" /></div>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><img src="http://thegreenbelt.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></div>
<p>Tegakan api-api <em>Avicennia</em> di tepi laut. Perhatikan akar napas yang muncul ke atas lumpur pantai.</div>
</div>
<p>Pohon-pohon bakau (<em>Rhizophora</em> spp.), yang biasanya tumbuh di zona terluar, mengembangkan akar tunjang (<em>stilt root</em>) untuk bertahan dari ganasnya gelombang. Jenis-jenis api-api (<em>Avicennia</em> spp.) dan pidada (<em>Sonneratia</em> spp.) menumbuhkan akar napas (<em>pneumatophore</em>) yang muncul dari pekatnya lumpur untuk mengambil oksigen dari udara. Pohon kendeka (<em>Bruguiera</em> spp.) mempunyai akar lutut (<em>knee root</em>), sementara pohon-pohon nirih (<em>Xylocarpus</em> spp.) berakar papan yang memanjang berkelok-kelok; keduanya untuk menunjang tegaknya pohon di atas lumpur, sambil pula mendapatkan udara bagi pernapasannya. Ditambah pula kebanyakan jenis-jenis vegetasi mangrove memiliki <em>lentisel</em>, lubang pori pada pepagan untuk bernapas.</p>
<p>Untuk mengatasi salinitas yang tinggi, api-api mengeluarkan kelebihan garam melalui kelenjar di bawah daunnya. Sementara jenis yang lain, seperti <em>Rhizophora mangle</em>, mengembangkan sistem perakaran yang hampir tak tertembus air garam. Air yang terserap telah hampir-hampir tawar, sekitar 90-97% dari kandungan garam di air laut tak mampu melewati saringan akar ini. Garam yang sempat terkandung di tubuh tumbuhan, diakumulasikan di daun tua dan akan terbuang bersama gugurnya daun.</p>
<p>Pada pihak yang lain, mengingat sukarnya memperoleh air tawar, vegetasi mangrove harus berupaya mempertahankan kandungan air di dalam tubuhnya. Padahal lingkungan lautan tropika yang panas mendorong tingginya penguapan. Beberapa jenis tumbuhan hutan bakau mampu mengatur bukaan mulut daun (<em>stomata</em>) dan arah hadap permukaan daun di siang hari terik, sehingga mengurangi evaporasi dari daun.</p>
<p> </p>
<h2><span class="editsection">[sunting]</span> <span class="mw-headline">Perkembangbiakan</span></h2>
<p>Adaptasi lain yang penting diperlihatkan dalam hal perkembang biakan jenis. Lingkungan yang keras di hutan bakau hampir tidak memungkinkan jenis biji-bijian berkecambah dengan normal di atas lumpurnya. Selain kondisi kimiawinya yang ekstrem, kondisi fisik berupa lumpur dan pasang-surut air laut membuat biji sukar mempertahankan daya hidupnya.</p>
<p>Hampir semua jenis flora hutan bakau memiliki biji atau buah yang dapat mengapung, sehingga dapat tersebar dengan mengikuti arus air. Selain itu, banyak dari jenis-jenis mangrove yang bersifat vivipar: yakni biji atau benihnya telah berkecambah sebelum buahnya gugur dari pohon.</p>
<p>Contoh yang paling dikenal barangkali adalah perkecambahan buah-buah bakau (<em>Rhizophora</em>), tengar (<em>Ceriops</em>) atau kendeka (<em>Bruguiera</em>). Buah pohon-pohon ini telah berkecambah dan mengeluarkan akar panjang serupa tombak manakala masih bergantung pada tangkainya. Ketika rontok dan jatuh, buah-buah ini dapat langsung menancap di lumpur di tempat jatuhnya, atau terbawa air pasang, tersangkut dan tumbuh pada bagian lain dari hutan. Kemungkinan lain, terbawa arus laut dan melancong ke tempat-tempat jauh.</p>
<p>Buah nipah (<em>Nypa fruticans</em>) telah muncul pucuknya sementara masih melekat di tandannya. Sementara buah api-api, kaboa (<em>Aegiceras</em>), jeruju (<em>Acanthus</em>) dan beberapa lainnya telah pula berkecambah di pohon, meski tak nampak dari sebelah luarnya. Keistimewaan-keistimewaan ini tak pelak lagi meningkatkan keberhasilan hidup dari anak-anak semai pohon-pohon itu. Anak semai semacam ini disebut dengan istilah <em>propagul</em>.</p>
<p>Propagul-propagul seperti ini dapat terbawa oleh arus dan ombak laut hingga berkilometer-kilometer jauhnya, bahkan mungkin menyeberangi laut atau selat bersama kumpulan sampah-sampah laut lainnya. Propagul dapat ‘tidur’ (<em>dormant</em>) berhari-hari bahkan berbulan, selama perjalanan sampai tiba di lokasi yang cocok. Jika akan tumbuh menetap, beberapa jenis propagul dapat mengubah perbandingan bobot bagian-bagian tubuhnya, sehingga bagian akar mulai tenggelam dan propagul mengambang vertikal di air. Ini memudahkannya untuk tersangkut dan menancap di dasar air dangkal yang berlumpur.</p>
<p> </p>
<h2><span class="editsection">[sunting]</span> <span class="mw-headline">Suksesi hutan bakau</span></h2>
<p>Tumbuh dan berkembangnya suatu hutan dikenal dengan istilah suksesi hutan (<em>forest succession</em> atau <em>sere</em>). Hutan bakau merupakan suatu contoh suksesi hutan di lahan basah (disebut <em>hydrosere</em>). Dengan adanya proses suksesi ini, perlu diketahui bahwa zonasi hutan bakau pada uraian di atas tidaklah kekal, melainkan secara perlahan-lahan bergeser.</p>
<p>Suksesi dimulai dengan terbentuknya suatu paparan lumpur (<em>mudflat</em>) yang dapat berfungsi sebagai substrat hutan bakau. Hingga pada suatu saat substrat baru ini diinvasi oleh propagul-propagul vegetasi mangrove, dan mulailah terbentuk vegetasi pionir hutan bakau.</p>
<p>Tumbuhnya hutan bakau di suatu tempat bersifat menangkap lumpur. Tanah halus yang dihanyutkan aliran sungai, pasir yang terbawa arus laut, segala macam sampah dan hancuran vegetasi, akan diendapkan di antara perakaran vegetasi mangrove. Dengan demikian lumpur lambat laun akan terakumulasi semakin banyak dan semakin cepat. Hutan bakau pun semakin meluas.</p>
<p>Pada saatnya bagian dalam hutan bakau akan mulai mengering dan menjadi tidak cocok lagi bagi pertumbuhan jenis-jenis pionir seperti <em>Avicennia alba</em> dan <em>Rhizophora mucronata</em>. Ke bagian ini masuk jenis-jenis baru seperti <em>Bruguiera</em> spp. Maka terbentuklah zona yang baru di bagian belakang.</p>
<p>Demikian perubahan terus terjadi, yang memakan waktu berpuluh hingga beratus tahun. Sementara zona pionir terus maju dan meluaskan hutan bakau, zona-zona berikutnya pun bermunculan di bagian pedalaman yang mengering.</p>
<p>Uraian di atas adalah penyederhanaan, dari keadaan alam yang sesungguhnya jauh lebih rumit. Karena tidak selalu hutan bakau terus bertambah luas, bahkan mungkin dapat habis karena faktor-faktor alam seperti abrasi. Demikian pula munculnya zona-zona tak selalu dapat diperkirakan.</p>
<p>Di wilayah-wilayah yang sesuai, hutan mangrove ini dapat tumbuh meluas mencapai ketebalan 4 km atau lebih; meskipun pada umumnya kurang dari itu.</p>
<p> </p>
<h2><span class="editsection">[sunting]</span> <span class="mw-headline">Kekayaan flora</span></h2>
<p>Beraneka jenis tumbuhan dijumpai di hutan bakau. Akan tetapi hanya sekitar 54 spesies dari 20 genera, anggota dari sekitar 16 suku, yang dianggap sebagai jenis-jenis mangrove sejati. Yakni jenis-jenis yang ditemukan hidup terbatas di lingkungan hutan mangrove dan jarang tumbuh di luarnya.</p>
<p>Dari jenis-jenis itu, sekitar 39 jenisnya ditemukan tumbuh di Indonesia; menjadikan hutan bakau Indonesia sebagai yang paling kaya jenis di lingkungan Samudera Hindia dan Pasifik. Total jenis keseluruhan yang telah diketahui, termasuk jenis-jenis mangrove ikutan, adalah 202 spesies (Noor dkk, 1999).</p>
<p>Berikut ini adalah daftar suku dan genus mangrove sejati, beserta jumlah jenisnya (dimodifikasi dari Tomlinson, 1986).</p>
<p> </p>
<h3><span class="editsection">[sunting]</span> <span class="mw-headline">Penyusun utama</span></h3>
<table class="wikitable" border="0">
<tbody>
<tr>
<th>Suku</th>
<th>Genus, jumlah spesies</th>
</tr>
<tr>
<td><strong>Acanthaceae</strong> (<em>syn.</em>: Avicenniaceae atau Verbenaceae)</td>
<td><em>Avicennia</em> (api-api), 9</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Combretaceae</strong></td>
<td><em>Laguncularia</em>, 11; <em>Lumnitzera</em> (teruntum), 2</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Arecaceae</strong></td>
<td><em>Nypa</em> (nipah), 1</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Rhizophoraceae</strong>  </td>
<td><em>Bruguiera</em> (kendeka), 6; <em>Ceriops</em> (tengar), 2; <em>Kandelia</em> (berus-berus), 1; <em>Rhizophora</em> (bakau), 8</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Sonneratiaceae</strong></td>
<td><em>Sonneratia</em> (pidada), 5</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<h3><span class="editsection">[sunting]</span> <span class="mw-headline">Penyusun minor</span></h3>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:202px;"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c1/Acrostichum_aureum.jpg/200px-Acrostichum_aureum.jpg" border="0" alt="" width="200" height="260" /></div>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><img src="http://thegreenbelt.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></div>
<p>Paku laut, <em>Acrostichum aureum</em>.</div>
</div>
<table class="wikitable" border="0">
<tbody>
<tr>
<th>Suku</th>
<th>Genus, jumlah spesies</th>
</tr>
<tr>
<td><strong>Acanthaceae</strong></td>
<td><em>Acanthus</em> (jeruju), 1; <em>Bravaisia</em>, 2</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Bombacaceae</strong></td>
<td><em>Camptostemon</em>, 2</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Cyperaceae</strong></td>
<td><em>Fimbristylis</em> (mendong), 1</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Euphorbiaceae</strong></td>
<td><em>Excoecaria</em> (kayu buta-buta), 2</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Lythraceae</strong></td>
<td><em>Pemphis</em> (cantigi laut), 1</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Meliaceae</strong></td>
<td><em>Xylocarpus</em> (nirih), 2</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Myrsinaceae</strong></td>
<td><em>Aegiceras</em> (kaboa), 2</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Myrtaceae</strong></td>
<td><em>Osbornia</em>, 1</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Pellicieraceae</strong></td>
<td><em>Pelliciera</em>, 1</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Plumbaginaceae</strong>  </td>
<td><em>Aegialitis</em>, 2</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Pteridaceae</strong></td>
<td><em>Acrostichum</em> (paku laut), 3</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Rubiaceae</strong></td>
<td><em>Scyphiphora</em>, 1</td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Sterculiaceae</strong></td>
<td><em>Heritiera</em> (dungun)2, 3</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thegreenbelt.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thegreenbelt.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thegreenbelt.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thegreenbelt.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thegreenbelt.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thegreenbelt.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thegreenbelt.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thegreenbelt.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thegreenbelt.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thegreenbelt.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thegreenbelt.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thegreenbelt.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thegreenbelt.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thegreenbelt.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=20&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thegreenbelt.wordpress.com/2009/03/05/hutan-bakau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2012e0dac784823a5f9c01e61727af?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">thegreenbelt</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f0/Mangroves.jpg/240px-Mangroves.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://thegreenbelt.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/ba/Muthupet.jpg/280px-Muthupet.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://thegreenbelt.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c1/Acrostichum_aureum.jpg/200px-Acrostichum_aureum.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://thegreenbelt.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>CP Prima Tanam Lebih 531.000 Bakau</title>
		<link>http://thegreenbelt.wordpress.com/2008/12/16/cp-prima-tanam-lebih-531000-bakau/</link>
		<comments>http://thegreenbelt.wordpress.com/2008/12/16/cp-prima-tanam-lebih-531000-bakau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 06:44:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegreenbelt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thegreenbelt.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Bandarlampung, 13/8 (ANTARA) &#8211; Guna mengatasi kerusakan pada areal hutan bakau (mangrove) di pesisir Pantai Timur Lampung, di Provinsi Lampung, PT Central Proteinaprima Tbk (CP Prima) sejak tahun 2004, telah melakukan upaya pelestarian bakau di wilayah tersebut. &#8220;Melalui penanaman bibit pohon bakau pada areal sabuk hijau di pesisir Pantai Timur Lampung itu, hingga saat ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=16&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bandarlampung, 13/8 (ANTARA) &#8211; Guna mengatasi kerusakan pada areal hutan bakau (mangrove) di pesisir Pantai Timur Lampung, di Provinsi Lampung, PT Central Proteinaprima Tbk (CP Prima) sejak tahun 2004, telah melakukan upaya pelestarian bakau di wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;Melalui penanaman bibit pohon bakau pada areal sabuk hijau di pesisir Pantai Timur Lampung itu, hingga saat ini telah mencapai 531 ribu bibit pohon bakau yang kami tanam di sana,&#8221; kata Fajar I Reksoprodjo, Corporate Communications Manager, Corporate Communications Department, PT CP Prima, di Bandarlampung, Rabu.</p>
<p>Pada tahun 2004, berhasil ditanam 20.000 bibit bakau, tahun 2005 meningkat menjadi 50.000 bibit pohon bakau, tahun 2006 naik lagi menjadi 65.000 bibit, tahun 2007 ditanam lagi 255.000 bibit pohon bakau, dan pada tahun 2008 (hingga Juli) telah pula ditanam sebanyak 141.000 bibit pohon bakau.</p>
<p>Total bibit pohon bakau yang telah ditanam mencapai 531.000 batang.</p>
<p>Menurut Fajar Reksoprodjo, semua itu dilakukan, karena CP Prima berkomitmen untuk melestarikan keberadaan sabuk hijau (greenbelt) hutan bakau di sekitar fasilitas usaha.</p>
<p>Terlebih lagi, keberadaan hutan bakau itu mesti dipertahankan bukan hanya untuk usaha pelestarian lingkungan, tetapi juga dikarenakan fungsi alami hutan bakau yang vital dalam industri budidaya udang.</p>
<p>Dia menegaskan, hutan bakau memiliki fungsi sebagai indikator dampak lingkungan, khususnya kualitas air, yang menjadi komponen utama industri budidaya udang. Hutan bakau juga berfungsi sebagai filter alami kualitas air.</p>
<p>&#8220;Pada akhirnya, industri budidaya udang dan perikanan tidak akan mampu bertahan apabila terjadi kerusakan pada ekosistem hutan bakau yang berada dalam areal pertambakan dan sekitarnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut dia pula, CP Prima secara berkelanjutan harus mengambil tindakan nyata untuk mempertahankan keberadaan hutan bakau di sana.</p>
<p>Perusahaan multinasional itu, lanjut dia, memiliki program komprehensif yang diterapkan dan dikembangkan secara terus menerus.</p>
<p>Karena itu, kata dia, penanaman ulang hutan bakau di sepanjang sabuk hijau menjadi kegiatan utama pelestarian lingkungan.</p>
<p>&#8220;Semua itu dilakukan bukan hanya sebagai pemenuhan tanggungjawab, tetapi juga sebagai usaha mempertahankan aset alami yang memiliki pengaruh besar bagi produksi perusahaan kami,&#8221; kata dia lagi.</p>
<p>Akses Dibatasi</p>
<p>Tapi, guna menjaga keberadaan bibit bakau yang ditanam tersebut, perlu membatasi akses ke dalam areal hutan lindung bakau itu.</p>
<p>Kebijakan itu, menurut Fajar, bertujuan untuk mencegah kerusakan akibat tingginya frekuensi keluar masuk warga masyarakat.</p>
<p>Pembatasan ini dilakukan seperti layaknya perlakuan atas kawasan hutan lindung lainnya.</p>
<p>Namun begitu, katanya, perusahaan itu tidak menutup akses ke dalam areal hutan lindung bakau selama ada koordinasi yang jelas.</p>
<p>Pihak CP Prima itu menyatakan, selalu siap bekerjasama dengan pihak manapun untuk melakukan usaha pelestarian lingkungan, termasuk menjaga keberadaan hutan bakau.</p>
<p>Oleh karena itu, dia menghimbau pihak LSM dan masyarakat manapun yang berkepentingan atas kelestarian hutan bakau serta jajaran pemerintahan, baik legislatif maupun eksekutif untuk ikut mendukung dapat mempertahankan keberadaan sabuk hijau hutan bakau pada areal usaha tambak setempat.</p>
<p>CP Prima juga mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk mempertahankan keberadaan hutan bakau dengan mencegah terjadi perambahan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dengan dalih apapun.</p>
<p>CP Prima merupakan produsen dan pengolah udang terbesar di dunia yang sepenuhnya terintegrasi secara vertikal, juga merupakan pengendali pasar bibit udang, pakan udang dan pakan ikan.</p>
<p>Produk-produknya mencakup udang beku, pakan udang, bibit udang, probiotika dan pakan ikan.</p>
<p>CP Prima memiliki lebih dari 50.000 hektare lahan tambak udang yang dibudidayakan di beberapa lokasi di Provinsi Lampung, terbagi dalam tiga perusahaan tambak udang intensif modern (PT CPB, PT Wachyuni Mandira, dan PT Aruna Wijaya Sakti/eks Dipasena).</p>
<p>Perusahaan itu menyediakan lapangan kerja kepada lebih dari 38.000 orang, termasuk 12.500 pegawai.</p>
<p>Source: www.cpp.co.id<br />
Quoted from: Antara News</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thegreenbelt.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thegreenbelt.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thegreenbelt.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thegreenbelt.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thegreenbelt.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thegreenbelt.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thegreenbelt.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thegreenbelt.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thegreenbelt.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thegreenbelt.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thegreenbelt.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thegreenbelt.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thegreenbelt.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thegreenbelt.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=16&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thegreenbelt.wordpress.com/2008/12/16/cp-prima-tanam-lebih-531000-bakau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2012e0dac784823a5f9c01e61727af?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">thegreenbelt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>About Mangrove</title>
		<link>http://thegreenbelt.wordpress.com/2008/12/11/about-mangrove/</link>
		<comments>http://thegreenbelt.wordpress.com/2008/12/11/about-mangrove/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 04:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegreenbelt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thegreenbelt.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[What are mangroves? Mangroves are tropical trees and shrubs that grow in intertidal areas. They can also refer to the forest communities with their associated microorganisms (bacteria, fungi, algae) and fauna (molluscs, crabs, shrimps, and fish). Because they are exposed to extreme environmental factors of high salinity, alternating water saturation and desiccation, and anaerobic substrates, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=4&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>What are mangroves?</strong></em><br />
Mangroves are tropical trees and shrubs that grow in intertidal areas. They can also refer to the forest communities with their associated microorganisms (bacteria, fungi, algae) and fauna (molluscs, crabs, shrimps, and fish). Because they are exposed to extreme environmental factors of high salinity, alternating water saturation and desiccation, and anaerobic substrates, mangroves have developed coping mechanism such as salt glands on their leaves, varying root structures such as prop roots and pneumatophores, and viviparous (germinating) seeds.<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-7" title="mangrove1" src="http://thegreenbelt.files.wordpress.com/2008/12/mangrove1.gif?w=300&#038;h=222" alt="mangrove1" width="300" height="222" /><br />
Mangroves are highly productive ecosystems which are not only able to provide a range of valuable forest products, but also maintain estuarine water quality and play crucial roles in the life cycle of many commercially important species of fish and prawns.<br />
<em><strong>Where are the mangroves found?</strong></em><br />
Thirty-five percent of the total 18 million ha of mangrove forests are found in the Southeast Asian countries of Brunei Darussalam, Cambodia, Indonesia, Malaysia, Myanmar, the Philippines, Thailand and Vietnam. Indonesia alone has 4.5 million ha of mangroves.</p>
<p>But human activities, including aquaculture, have put these mangroves at risk. In the last three decades, mangrove loss has ranged from 25% in Malaysia to 50% in Thailand. In the Philippines, the mangrove cover of 418,990 ha in 1967 has been reduced to only about 100,000 ha now. This reduction was mainly caused by charcoal and firewood utilization, followed by the expansion of agricultural areas, fishponds, urban and industrial development, harbor construction, mining, and housing projects. With the rise in human population comes the demand for agriculture, aquaculture, and industrial development.</p>
<p>Products taken from the mangrove ecosystem range from construction materials to reptile skins and honey. Currently, mangroves in developing countries are being harvested and chipped for pulp and particle board on a very large scale by companies from developed countries. In addition, mangroves are used as an important and potentially sustainable source of fuelwood and charcoal to meet the increasing needs of developing countries for domestic fuel. Interest has also arisen in species like Nypa palm, which produces alcohol that can be turned into transport fuel.</p>
<p>Other natural products are harvested from mangroves. Crabs are very common on the mud flats in most mangrove ecosystems and are often a very important subsistence of even commercial food source. In some systems, edible shellfish are supported on the roots and trunks of mangroves.</p>
<p>These direct uses often sustain communities whose economy is based on harvesting the fish, shellfish, crustaceans, wood and other minor products which may be gathered. The continued viability of these ecosystems and the well- being of these people depend on managing the resource in a sustainable fashion. Locally important industries, providing rural employment, are also base on the mangrove resource.</p>
<p>On the other hand, mangroves reduce coastal erosion. They serve to dampen storm surges and to a minor extent high winds, both of which are associated with many tropical and subtropical storms. While the mangrove coastal barrier may be battered and damaged in severe storms, it will grow back naturally, without cost to man. No man-made coastal protection barrier is capable of self-repair.</p>
<p>The mangrove resource, where it occupies flood plains, performs a flood reduction function which may be lost if the area is filled and converted to other uses. Mangroves lining and banks of rivers also help prevent erosion of the riverbanks, which in turn helps protect adjacent property.</p>
<p>The mangrove area is spawning and nursery area for many marine species of fish. Moreover, the particles of vegetation (detritus) and nutrients exported out of the mangrove ecosystem from the food base of the complex of marine organisms which, in turn, support valuable estuarine and near-shore fisheries (finfish, shellfish and crustaceans). Those whose livelihood depends on fishing have long recognized the interconnection between the mangroves and fisheries, but these values have only slowly been considered in planning processes where decisions on allocations of intertidal land are being made.</p>
<p>The interesting and unusual fauna and flora of the mangrove community, particularly the bird life which feeds or shelters there, provides valuable opportunities for education, scientific study and tourism. While it is difficult to put monetary value on these wildlife-based activities, they are nonetheless significant uses which add to the importance of mangroves.</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thegreenbelt.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thegreenbelt.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thegreenbelt.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thegreenbelt.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thegreenbelt.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thegreenbelt.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thegreenbelt.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thegreenbelt.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thegreenbelt.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thegreenbelt.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thegreenbelt.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thegreenbelt.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thegreenbelt.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thegreenbelt.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=4&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thegreenbelt.wordpress.com/2008/12/11/about-mangrove/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2012e0dac784823a5f9c01e61727af?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">thegreenbelt</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thegreenbelt.files.wordpress.com/2008/12/mangrove1.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mangrove1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahukah Anda, Indonesia Miliki Hutan Bakau Terbesar Di Dunia?</title>
		<link>http://thegreenbelt.wordpress.com/2008/12/10/tahukah-anda-indonesia-miliki-hutan-bakau-terbesar-di-dunia/</link>
		<comments>http://thegreenbelt.wordpress.com/2008/12/10/tahukah-anda-indonesia-miliki-hutan-bakau-terbesar-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 10:36:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegreenbelt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thegreenbelt.wordpress.com/2008/12/10/tahukah-anda-indonesia-miliki-hutan-bakau-terbesar-di-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia layak bangga dengan kekayaan alamnya. Bahkan untuk luas hutan bakau alias mangrove, negara kita menduduki posisi nomor wahid. Luas hutan bakau di Indonesia mencapai 4,5 juta hektar dan jauh mengungguli Brazil yang hanya memiliki 1,3 juta ha, Nigeria (1,1 juta ha), dan Australia (0,97 juta ha) Hutan bakau sendiri adalah adalah hutan yang tumbuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=3&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia layak bangga dengan kekayaan alamnya. Bahkan untuk luas hutan bakau alias mangrove, negara kita menduduki posisi nomor wahid. Luas hutan bakau di Indonesia mencapai 4,5 juta hektar dan jauh mengungguli Brazil yang hanya memiliki 1,3 juta ha, Nigeria (1,1 juta ha), dan Australia (0,97 juta ha)<br />
Hutan bakau sendiri adalah adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak di garis pantai. Media tumbuh hutan bakau adalah lumpur dan akumulasi bahan organik.</p>
<p>Umumnya hutan bakau berlokasi di teluk-teluk maupun sekitaran muara sungai. Karena ekosistemnya khas, maka hanya sedikit tumbuhan yang mampu hidup di rawa-rawa dan tumbuhan-tumbuhan ini sudah melalui proses adaptasi dan evolusi.</p>
<p>Iklim yang cukup panas di sekitar khatulistiwa adalah surga bagi hutan bakau. Tak heran bila Indonesia mempunyai hutan bakau yang sangat banyak. Lahan hutan bakau yang terbanyak di Indonesia terdapat di seputar dangkalan Sunda yang juga menjadi muara sungai-sungai besar. Yang termasuk dangkalan Sunda ini antara lain pantai timur Sumatra dan pantai barat dan selatan Kalimantan.</p>
<p>Sedangkan di bagian timur Indonesia, hutan bakau terbanyak dapat ditemui di pantai barat Papua yang luasnya mencapai 1/3 luas hutan bakau di Indonesia.<br />
Kawasan hutan bakau ini juga memiliki kekayaan alam lainnya yakni banyaknya satwa liar yang hidup di sana, macam burung, reptilian, mamalia, ikan, udang, dan kepiting. Jadi hutan bakau juga mempunyai fungsi biologis.</p>
<p>Hutan bakau pun punya fungsi fisik, yakni berperan sebagai penahan abrasi atau pengikisan pantai oleh gelombang laut, penahan angin, perangkap sedimen dan penahan intrusi atau perembesan air laut. Malahan banyak ahli yang meyakini hutan bakau dapat menahan terjangan tsunami.</p>
<p>Sedangkan fungsi sosial ekonomi hutan bakau adalah sebagai habitat bagi berbagai jenis ikan, udang, kepiting yang punya nilai ekonomis, serta dapat dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai tempat mencari nafkah serta memenuhi sebagian kebutuhan hidupnya.</p>
<p>Kalau sudah begini, ayo kita lestarikan hutan bakau kita.</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thegreenbelt.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thegreenbelt.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thegreenbelt.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thegreenbelt.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thegreenbelt.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thegreenbelt.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thegreenbelt.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thegreenbelt.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thegreenbelt.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thegreenbelt.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thegreenbelt.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thegreenbelt.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thegreenbelt.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thegreenbelt.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=3&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thegreenbelt.wordpress.com/2008/12/10/tahukah-anda-indonesia-miliki-hutan-bakau-terbesar-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2012e0dac784823a5f9c01e61727af?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">thegreenbelt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://thegreenbelt.wordpress.com/2008/11/26/hello-world/</link>
		<comments>http://thegreenbelt.wordpress.com/2008/11/26/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 09:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegreenbelt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging! Posted in Uncategorized<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=1&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thegreenbelt.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thegreenbelt.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thegreenbelt.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thegreenbelt.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thegreenbelt.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thegreenbelt.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thegreenbelt.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thegreenbelt.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thegreenbelt.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thegreenbelt.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thegreenbelt.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thegreenbelt.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thegreenbelt.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thegreenbelt.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thegreenbelt.wordpress.com&amp;blog=5652129&amp;post=1&amp;subd=thegreenbelt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thegreenbelt.wordpress.com/2008/11/26/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2012e0dac784823a5f9c01e61727af?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">thegreenbelt</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
